sabtu kali ini berasa lama..mungkin karena sendirian.
suami di jakarta, astrid masuk kerja.
udah selesai bersihin rumah, cuma dibutuhkan waktu dua jam ternyata buat beres2 dari kamar sampe dapur. lega juga soalnya kemaren keliatan berantakan banget dan kotor, banyak debu.
barusan tadi ngobrol sama nyokap menteng dalem. suaranya masih lemes...dari sini cuma bisa memohon pagi siang malem buat kekuatan dari surga. semoga didenger sama bos besar.
setelah itu, aku merenung.
pikirku, raga kami lemah. hati kami rapuh. ada badai datang, kami bingung.. jadi apa yang harusnya kami minta? kaki yang kuat menopang tulang dan daging, mata yang nyala melihat ruangan gelap, atau kuping yang peka mendengar suara malaikat? atau mungkin, hati yang bersih siap menyambut sang Empunya, itu lebih tepat.
tiba2 terngiang
lagu ini:di saat badai bergelora
ku akan terbang bersamaMu
Bapa Kau Raja atas smesta
ku tenang s'bab Kau Allahku
biarlah kami siap
hingga, saatnya tiba, kami dapat terbang bersamaMu
semoga kami siap.